facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • GoTravel
  • Inforyou
    • Islam
    • Extra
    • Stuff
    • Info
  • About
  • Contact
  • Shop

𝚗𝚎𝚙𝚑𝚘𝚙𝚑𝚒𝚕𝚒𝚊 𝚍𝚒𝚊𝚛𝚢

Assalamulaikum..

Related image

Hari nie saya terpanggil untuk berkongsi sedikit cerita pasal my 1Malaysia Netbook.. Cerita ni masa awal tahun 2013, dan time tu saya form4, cikgu Man ada bagi2 borang untuk di isi...dia cakap mcam begini lah lebih kurang..

"Siapa-siapa mau laptop isi borang yang cegu edar nie..siapa layak dia dapat...siapa tidak layak, memang tidak dapat la jawab nya..ya...yang rasa-rasa anak cegu, anak doktor anak tauke kedai emas tu, korang tidak payah lah isi..buat bungkus ikan masin jak..ya..ha..ha..ha.."

So, saya ngan kawan-kawan saya pun ambil borang tu..dan isi...Saya isi borang tu pun sebab suka-suka saja bah... memandangkan waktu tu kami tiada buat apa-apa kan...
Jadi saya teruskan kehidupan macam biasa...cewahhh.. saya sekolah macam biasa sampai saya lupa sudah yang saya ada isi borang tu.
Hujung tahun 2013, masa adik-adik form 3 tengah syiokk-syiok buat aktiviti diorang, Cegu Man panggil yang budak-budak form4 dan form 5..Kami pun ikut saja lah.. sana lah kami di tengah dewan berbaris kunun..
Terus Cegu Man ambil Mic, dia cakap:-

"Kamu nampak tak kat depan kamu nie.? ini laptop 1Malaysia..! Siapa dapat tolong jaga bagus-bagus...siapa tidak dapat tolong jangan sedih lompat bangunan skola.. Tak da makna nya...Nama yang cegu panggil sila ambil laptop kamu..dan boleh belah masuk p library tuk set laptop kamu.. Tapi kalau kamu tak mau, boleh sedekah kat cegu..hahaha.."

Masa dia cakap macam tu, saya yakin yang saya tidak dapat jadi saya pun bercerita la dengan kawan-kawan.. Tapi tiba-tiba,...

"Nortaqifa...mana..??.Haaaa..ini anak angkat aku pula dapat..sejak bila kau isi nie??..kalau kau tak mau..bagi ayahanda...aku jual.."

DOUBLE WHAT???!! saya tak peduli orang ketawa dengan gelagat cegu Man sudah sebab saya terkejut suda time tu..

serious kah saya dapat..?? okehh.. saya dengan redha disertai dengan rasa rendah diri naik kat pentas jumpa cegu Man pigi ambil tu laptop..
dan terus masuk ke lilbrary sekolah..konon-konon mau set laptop..

Di rumah memang ada satu laptop,. Comel..Colour biru...

Tapi, start hari yang saya dapat this 1Malaysia Netbook, saya tidak guna suda laptop lain.. saya guna ini saja..mungkin mata sudah terbiasa kat skrin netbook yang kecil nie kan...
dan Percaya atau Tidak,
entri saya yang nie pun saya taip guna netbook 1Malaysia...  4 tahun saya guna, saya jaga macam jaga baby kucing..haha..
segala assigment form6 dulu, saya buat guna jenama 1Malaysia,.. Assigment yang orang minta buat, yang orang upah pun saya guna netbook nie..
Buat blog saya dan buat tutorial kat orang pun guna  Netbook 1Malaysia..

Memanglah 4tahun tu satu masa yang masih singkat, tapi bagi NEtbook 1Malaysia ni..itu sudah cukup lama...sebab kawan, saya baru pakai berapa bulan sudah berasap...baru pakai setahun sudah patah...ada yang dapat selepas saya pun sudah rosak..kalau ON dia jadi  panas...

Apa boleh buat lah kan...

Haha...bukan nie cerita patriotik..cerita netbook saja..
jangan salah faham kamurang...




Assalamualaikum.. 


So, hari ni saya try join segmen bloglist Ogos by thezafirahnazri..
syaratnya senang sja pun... korang follow blog dia..cukup...

Aii dah follow...uolls..???

jom lah kita ramai-ramai meriah kan segmen nie..



Kata-Kata thezafirahnazri:


Saya akan pilih 10 orang untuk menjadi bloglist saya menggunakan random.org. Segmen ini berlangsung selama 3 hari je . satu ogos saya umumkan pemenangnya .

Selamat bersegmen semua . kalau 20 orang dan ke bawah yang join . saya akan masukkan semua nya sebagai bloglist . hehe





Sekian...







Assalamualaikum dan Salam Jumaat kepada semua. hari ini terbuka hati saya untuk berkongsi satu perkongsian yang begitu indah... Adik saya pernah bertanya, 

Apa itu Alif-Lam-Miim-..??

 saya cuma menjawab ianya sebagai salah satu bentuk huruf Muqatha'ah..yang tidak kita ketahui maksudnya melainkan Allah SWT..
satu pertanyaan yang telah menarik minat saya untuk berkongsi disini memandangkan ianya baik dan bermanfaat bukan saja untuk diri saya malahan untuk semua orang yang membacanya.

Percaya atau tidak, ada banyak lagi surah lain yang dimulai dengan huruf Muqatha'ah..Salah satunya ialah surah yang lazim kita baca iaitu Yaasiin...
Sekali baca, memang terlintas difikiran kita bahawa Yaasiin itu mempunyai maksud. Namun sebenarnya, Yaasiin juga merupakan salah satu susunan huruf yang hanya diketahui oleh Allah SWT...



Berikut adalah senarai surah yang diawali dengan huruf Muqatha'ah...



1. Surah Al-Baqarah (2), yang dimulai dengan,
Alif laam miim

2. Surah Ali ‘Imran (3), yang dimulai dengan,
Alif laam miim

3. Surah Al-A’raaf (7), yang dimulai dengan,
Alif laam mim shad

4. Surah Yunus (10), yang dimulai dengan,
Alif laam raa

5. Surah Huud (11), yang dimulai dengan,
Alif laam raa

6. Surah Yusuf (12), yang dimulai dengan,
Alif laam raa

7. Surah Ar-Ra’d (13), yang dimulai dengan,
Alif laam miim raa

8. Surah Ibrahim (14), yang dimulai dengan,
Alif laam raa

9. Surah Al-Hijr (15), yang dimulai dengan,
Alif laam raa

10. Surah Maryam (19), yang dimulai dengan,
Kaaf Haa Yaa 'Ain Shaad

11. Surah Thaahaa (20), yang dimulai dengan,
Thaahaa

12. Surah Asy-Syu’araa’ (26), yang dimulai dengan,
Thaa Siim Miim

13. Surah An-Naml (27), yang dimulai dengan,
Thaa Siin

14. Surah Al-Qashash (28), yang dimulai dengan,
Thaa Siin Miim

15. Surah Al-‘Ankabuut (29), yang dimulai dengan,
Alif laam miim

16. Surah Ar-Ruum (30), yang dimulai dengan,
Alif Laam Miim

17. Surah Luqman (31), yang dimulai dengan,
Alif Laam Miim


18. Surah As-Sajdah (32), yang dimulai dengan,
Alif Laam Miim

19. Surah Yaasiin (36), yang dimulai dengan,
Yaa siin

20. Surah Shaad (38), yang dimulai dengan,
Shaad

21. Surah Al-Mu’min (40), yang dimulai dengan,
Haa Miim

22. Surah Fushshilat (41), yang dimulai dengan,
Haa Miim

23. Surah Asy-Syuura (42), yang dimulai dengan,
Haa Miim (ayat pertama) ....dan....‘Ain Siin Qaaf (ayat kedua)


24. Surah Az-Zukhruf (43), yang dimulai dengan,
Haa Miim

25. Surah Ad-Dukhaan (44), yang dimulai dengan,
Haa miim

26. Surah Al-Jaatsiyah (45), yang dimulai dengan,
Haa Miim

27. Surah Al-Ahqaaf (46), yang dimulai dengan,
Haa Miim

28. Surah Qaaf (50), yang dimulai dengan,
Qaaf

29. Surah Al-Qalam (68), yang dimulai dengan,
Nun


Semoga apa yang saya share hari ini bermanfaat buat kita semua...dan jika ada kesilapan serta kekurangan dalam blog saya nie..mohon maaf...[sila tegur saya di ruangan komen] .by the way..

HAVE YOU DONE YOUR SELAWAT TODAY..??

PS* Lazimi surah al-Kahfii di hari Jumaat, penghulu segala hari..

Assalamualaikum.
Assalamualaikum.. lama saya tidak dengar lagu nie.. memang best.. so, here we go...

Every time
You feel like you cannot go on
You feel so lost and that you're so alone
All you see is night
And darkness all around
You feel so helpless you can't see which way to go
Don't despair
And never lose hope
'Cause Allah is always by your side

Insha Allah
Insha Allah
Insha Allah
You'll find your way

Insha Allah
Insha Allah
Insha Allah
You'll find your way

Every time
You commit one more mistake
You feel you can't repent and that it's way too late
You're so confused
Wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full shame
But don't despair
And never lose hope
'Cause Allah is always by your side

Insha Allah
Insha Allah
Insha Allah
You'll find your way

Insha Allah
Insha Allah
Insha Allah
You'll find your way

Turn to Allah
He's never far away
Put your trust in Him
Raise your hands and pray
Ooh ya Allah
Guide my steps, don't let me go astray
You're the only one who can show me the way
Show me the way
Show me the way
Show me the way

Insha Allah
Insha Allah
Insha Allah
We'll find our way

Insha Allah
Insha Allah
Insha Allah
We'll find our way

Insha Allah
Insha Allah
Insha Allah
We'll find our way

Insha Allah
Insha Allah
Insha Allah
We'll find our way

Insha Allah
Insha Allah
Insha Allah
We'll find our way

Insha Allah
Insha Allah
Insha Allah
We'll find our way




Nota Tuan Tanah: Assalamualaikum.. harapnya perkongsian cerita ini dapat memberi manfaat dan sedikit sebanyak ilmu kepada semua yang membaca nya.. Memang ini bukan hasil taip menaip jariku..tapi ianya cukup memberi kesan dalam hatiku.. BAcalah...





Saad bin Muaz bin Nukman asal Madinah, suku Aus ini adalah seorang sahabat yang mempunyai jiwa patriot. Beliau adalah bangsawan suku Aus yang masuk Islam antara baiat Akabah I dan baiat Akabah II.

Rasulullah pernah mengaplikasikan pendapatnya sekitar pembangkangan dan pembatalan perjanjian yang ditanda tangani Nabi dengan bani Quraizah yaitu membunuh kaum lelaki dan memperbudak kaum wanita dan anak-anak mereka. Beliau mati syahid dalam perang Khandak.

Pada usia 31 tahun ia masuk Islam. Dan dalam usia 31 tahun ia pergi menemui syahidnya. Dan antara hari keislamannya sampai saat wafatnya, telah diisi oleh Sa’ad bin Muadz dengan karya-karya gemilang dalam berhakti kepada Allah dan Rasul-Nya… .

Lihatlah, Gambarkanlah dalam ingatan kalian laki-laki yang anggun berwajah tampan berseri-seri, dengan tubuh tinggi jangkung dan badan gemuk gempal …? Nab, itulah dia ..!

Bagai hendak dilipatnya bumi dengan melompat dan berlari menuju rumah As’ad bin Zurarah, untuk melihat seorang pria dari Mekah bernama Mush’ab bin Umeir yang dikirim oleh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai utusan guna menyebarkan tauhid dan Agama Islam di Madinah.

Memang, ia pergi ke sana dengan tujuan hendak mengusir perantau ini ke luar perbatasan Madinah, agar ia membawa kembali Agamanya dan membiarkan penduduk Madinah dengan agama mereka. Tetapi baru saja ia bersama Useid bin Zurarah sampai ke dekat majlis Mush’ab di rumah sepupunya, tiba-tiba dadanya telah terhirup udara segar yang meniupkan rasa nyaman.

Dan belum lagi ia sampai kepada hadirin dan duduk di antara mereka memasang telinga terhadap uraian-uraian Mush’ab, maka petunjuk Allah telah menerangi jiwa dan ruhnya.

Demikianlah, dalam ketentuan taqdir yang mengagumkan, mempesona dan tidak terduga, pemimpin golongan Anshar itu melemparkan lembingnya jauh-jauh, lain mengulurkan tangan kanannya mengangkat bai’at kepada utusan Rasulullah.

Dan dengan masuk Islamnya Sa’ad, bersinarlah pula di Madinah mata hari baru, Yang pada garis edarnya akan berputar dan beriringan qalbu yang tidak sedikit jumlahnya, dan bersama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerahkan diri mereka kepada Allah Robbul’alamin . . . !

Sa’ad telah memeluk Islam, memikul tanggung jawab itu dengan keberanian dan kebesaran … Dan tatkala Rasulullah hijrah ke Madinah, maka rumah-rumah kediaman Bani Abdil Asyhal, yakni kabilah Sa’ad, pintunya terbuka lebar bagi golongan Muhajirin, begitu pula semua harta kekayaan mereka dapat dimanfa’atkan tanpa batas, pemakainya tidak perlu rendah diri dan jangan takut akan disodori bon perhitungan.

Dan datanglah saat perang Badar ….Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumpulkan shahabat-shahabatnya dari golongan Muhajirin dan Anshar untuk bermusyawarah dengan mereka tentang urusan perang itu dihadapkannya wajahnya yang mulia ke arah orang-orang Anshar, seraya katanya: “Kemukakanlah buah fikiran kalian, wahai shahabat … !”

Maka bangkitlah Sa’ad bin Mu’adz tak ubah bagi bendera di atas tiangnya, katanva:
“Wahai Rasulullah ! Kami telah beriman kepada anda, kami percaya dan mengakui bahwa apa yang anda bawa itu adalah hal yang benar, dan telah kami berikan pula ikrar dan janji-janji kami. Maka laksanakanlah terus, ya Rasulallah apa yang anda inginkan, dan kami akan selalu bersama anda … !

Dan demi Allah yang telah mengutus anda membawa kebenaran! Seandainya anda menghadapkan kami ke lautan ini lalu anda menceburkan diri ke dalamnya, pastilah kami akan ikut mencebur, tak seorang pun yang akan mundur, dan kami tidak keberatan untuk menghadapi musuh esok pagi! Sungguh, kami tabah dalam pertempuran dan teguh menghadapi perjuangan … ! Dan semoga Allah akan memperlihatkan kepada anda tindakan kami yang menyenangkan hati … ! Maka maulailah kita berangkat dengan berkah Allah Ta’ala… !”

Kata-kata Sa’ad itu muncul tak ubah bagai berita gembira, dan wajah Rasul pun bersinar-sinar dipenuhi rasa ridla dan bangga serta bahagia, lalu katanya kepada Kaum Muslimin:

“Marilah hita berangkat dan besarkan hati halian karena Allah telah menjanjihan kepadahu salah satu di antara dua golongan! … Demi Allah,… sungguh seolah-olah tampak olehhu hehancuran orang-orang itu … !” (al-Hadits)

Dan di waktu perang Uhud, yakni ketika Kaum Muslimin telah cerai-berai disebabkan serangan mendadak dari tentara musyrikin, maka takkan sulit bagi penglihatan mata untuk menemukan kedudukan Sa’ad bin Mu’adz.

Kedua kakinya seolah-olah telah dipakukannya ke bumi di dekat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mempertahankan dan membelanya mati-matian, suatu hal yang agung, terpancar dari sikap hidupnya …

Kemudian datanglah pula saat perang Khandak, yang dengan jelas membuktikan kejantanan Sa’ad dan kepahlawanannya ….Perang Khandak ini merupakan bukti nyata atas persekongkolan dan siasat licik yang dilancarkan kepada Kaum Muslimin tanpa ampun, yaitu dari orang-orang yang dalam pertentangan mereka, tidak kenal perjanjian atau keadilan.

Maka tatkala Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama para shahabat hidup dengan sejahtera di Madinah mengabdikan diri kepada Allah saling nasihat-menasihati agar mentaati-Nya serta mengharap agar orang-orang Quraisy menghentikan serangan dan peperangan, kiranya segolongan pemimpin Yahudi secara diam-diam pergi ke Mekah lalu menghasut orang-orang Quraisy terhadap Rasulullah sambil memberikan janji dan ikrar akan berdiri di samping Quraisy bila terjadi peperangan dengan orang-orang Islam nanti.

Pendeknya mereka telah membuat perjanjian dengan orang-orang musyrik itu, dan bersama-sama telah mengatur rencana dan siasat peperangan. Di samping itu dalam perjalanan pulang mereka ke Madinah, mereka berhasil pula menghasut suatu suku terbesar di antara suku-suku Arab yaitu kabilah Gathfan dan mencapai persetujuan untuk menggabungkan diri dengan tentara Quraisy.Siasat peperangan telah diatur dan tugas serta peranan telah dibagi-bagi.

Quraisy dan Gathfan akan menyerang Madinah dengan tentara besar, sementara orang-orang Yahudi, di waktu Kaum Muslimin mendapat serangan secara mendadak itu, akan melakukan penghancuran di dalam kota dan sekelilingnya!Maka tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahui permufakatan jahat ini, beliau mengambil langkah-langkah pengamanan. Dititahkannyalah menggali khandak atau parit perlindungan sekeliling Madinah untuk membendung seubuan musuh.

Di samping itu diutusnya pula Sa’ad bin Mu’adz dan Sa’ad bin Ubadah kepada Ka’ab bin Asad pemimpin Yahudi suku Quraidha untuk menyelidiki sikap mereka yang sesungguhnya terhadap orang yang akan datang, walaupun antara mereka dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebenamya sudah ada beberapa perjanjian dan persetujuan damai.

Dan alangkah terkejutnya kedua utusan Nabi, karena ketika bertemu dengan pemimpin Bani Quraidha itu, jawabnya ialah: -”Tak ada persetujuan atau perjanjian antara Kami dengan Muhammad… !

”Menghadapkan penduduk Madinah kepada pertempuran sengit dan pengepungan ketat ini, terasa amat beuat bagi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. OLeh sebab itulah beliau memikirkan sesuatu siasat untuk memisahkan suku Gathfan dari Quraisy, hingga musuh yang akan menyerang, bilangan dan kekuatan mereka akan tinggal separoh.

Siasat itu segera beliau laksanakan yaitu dengan mengadakan perundingan dengan para pemimpin Gathfan dan menawarkan agar mereka mengundurkan diri dari peperangan dengan imbalan akan beroleh sepertiga dari hasil pertanian Madinah. Tawaran itu disetujui oleh pemimpin Gathfan, dan tinggal lagi mencatat persetujuan itu hitam di atas putih ….

Sewaktu usaha Nabi sampai sejauh ini, beliau tertegun, karena menyadari tiadaiah sewajarnya ia memutuskan sendiri masalah tersebut. Maka dipanggilnyalah para shahabatnya untuk merundingkannya. Terutama Sa’ad bin Mu’adz dan Sa’ad bin Ubadah, buah fikiran mereka amat diperhatikannya, karena kedua mereka adalah pemuka Madinah, dan yang pertama kali berhak untuk membicarakan seal tersebut dan memilih langkah mana yang akan diambil Rasulullah menceritakan kepada kedua mereka peristiwa perundingan yang berlangsung antaranya dengan pemimpin-pemimpin Gathfan.

Tak lupa ia menyatakan bahwa langkah itu diambilnya ialah karena ingin menghindarkan kota dan penduduk Madinah dari serangan dan pengepungan dahsyat.
Kedua pemimpin itu tampil mengajukan pertanyaan:

“Wahai Rasulullah, apakah ini pendapat anda sendiri, ataukah wahyu yang dititahkan Allah … ?”Ujar Rasulullah: “Bukan, tetapi ia adalah pendapatku yang kurasa baik untuk tuan-tuan! Demi Allah, saya tidak hendak melakukannya kecuali karena melihat orang-orang Arab hendak memanah tuan-tuan secara serentak dan mendesak tuan-tuan dari segenap jurusan.
Maka saya bermaksud hendak membatasi kejahatan mereka sekecil mungkin.. !”

Sa’ad bin Mu’adz merasa bahwa nilai mereka sebagai laki-laki dan orang-orang beriman, mendapat ujian betapa juga coraknya.
Maka katanya:

‘Wahai Rasulullah! Dahulu kami dan orang-orang itu berada dalam kemusyrikan dan pemujaan berhala, tiada mengabdikan diri pada Allah dan tidak kenal kepada-Nya, sedang mereka tak mengharapkan akan dapat makan sehutir kurma pun dari hasil bumi kami kecuali bila disuguhkan atau dengan cara jual beli …. Sekarang, apakah setelah kami beroleh kehormatan dari Allah dengan memeluk Islam dan mendapat bimbingan untuk menerimanya, dan setelah kami dimuliakan-Nya dengan anda dan dengan Agama itu, lain kami harus menyerahkan harta kekayaan kami …?

Demi Allah, kami tidak memerlukan itu, dan demi Allah, kami tak hendak memberi kepada mereka kecuali pedang … hingga Allah menjatuhkan putusan-Nya dalam mengadili kami dengan mereka… !”

Tanpa bertangguh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam merubah pendiriannya dan menyampaikan kepada para pemimpin suku Gathfan bahwa sahabat-sahabatnya menolak rencana perundingan, dan bahwa beliau menyetujui dan berpegang kepada putusan shahabatnya.

Berselang beberapa hari, kota Madinah mengalami pengepungan ketat. Sebenarnya pengepungan itu lebih merupakan pilihannya sendiri daripada dipaksa orang, disebabkan adanya parit yang digali sekelilingnya untuk menjadi benteng perlindungan bagi dirinya. Kaum Muslimin pun memasuki suasana perang. Dan Sa’ad bin Mu’adz keluar membawa pedang dan tombaknya sambil berpantun:

“Berhentilah sejenak, nantikan berkecamuknya perang Maut berkejaran menyambut ajal datang menjelang … !”

Dalam salah satu perjalanan kelilingnya nadi lengannya disambar anak panah yang dilepaskan oleh salah seorang musyrik.

Darah menyembur dari pembuluhnya dan segera ia dirawat secara darurat untuk menghentikan keluamya darah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh membawanya ke mesjid, dan agar didirikan kemah untuknya agar ia berada di dekatnya selama perawatan.

Sa’ad, tokoh muda mereka itu dibawa oleh Kaum Muslimin ke tempatnya di mesjid Rasul. Ia menunjukkan pandangan matanya ke arah langit, lain mohonnya:

“Ya Allah, jika dari peperangan dengan Quuaisy ini masih ada yang Engkau sisakan, maka panjangkanlah umurku untuk menghadapinya! Karena tak ada golongan yang diinginkan untuk menghadapi mereka daripada kaum yang telah menganiaya Rasul-Mu,telah mendustakan dan mengusirnya… !

Dan seandainya Engkau telah mengakhiri perang antara kami dengan mereka, jadikanlah kiranya musibah yang telah menimpa diriku sekarang ini sebagai jalan untuk menemui syahid … ! Dan janganlah aku dimatikan sebelum tercapainya yang memuaskan hatiku dengan Bani Quraidha … !”

Allah-lah yang menjadi pembimbingmu, wahai Sa’ad bin Mu’adz … ! Karena siapakah yang mampu mengeluarkan ucapan seperti itu dalam suasana demikian, selain dirimu …?
Dan permohonannya dikabulkan oleh Allah. Luka yang dideritanya menjadi penyebab yang mengantarkannya ke pintu syahid, karena sebulan setelah itu, akibat luka tersebut ia kembali menemui Tuhannya. Tetapi peristiwa itu terjadi setelah hatinya terobatil terhadap Bani Quraidha.

Kisahnya ialah setelah orang-orang Quraisy merasa putus asa untuk dapat menyerbu kota Madinah dan ke dalam barisan mereka menyelinap rasa gelisah, maka mereka sama mengemasi barang perlengkapan dan alat senjata, lalu kembali ke Mekah dengan hampa tangan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpendapat, mendiamkan perbuatan orang-orang Quraidha, berarti membuka kesempatan bagi kecurangan dan pengkhianatan mereka terhadap kota Madinah bilamana saja mereka menghendaki, suatu hal yang tak dapat dibiarkan berlalu! Oleh sebab itulah beliau mengerahkan shahabat-shahabatnya kepada Bani Quraidha itu.

Mereka mengepung orang-orang Yahudi itu selama 25 hari. Dan tatkala dilihat oleh Bani Quraidha bahwa mereka tak dapat melepaskan diri dari Kaum Muslimin, mereka pun menyerahlah dan mengajukan permohonan kepada Rasulullah yang beroleh jawaban bahwa nasib mereka akan tergantung kepada putusan Sa’ad bin Mu’adz.

Di masa jahiliyah dahulu, Sa’ad adalah sekutu Bani Quraidha.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirim beberapa shahabat untuk membawa Saad bin Mu’adz dari kemah perawatannya di mesjid. Ia dinaikkan ke atas kendaraan, sementara badannya kelihatan lemah dan menderita sakit.

Kata Rasulullah kepadanya: “Wahai Sa’ad! Berilah keputusanmu terhadap Bani Quraidha … !” Dalam fikiran Sa’ad terbayang kembali kecurangan Bani Quraidha yang berakhir dengan perang Khandak dan nyaris menghancurkan kota Madinah serta penduduknya.

Maka ujar Sa’ad: — “Menurut pertimbanganku, orang-orang yang ikut berperang di antara mereka hendaklah dihukum bunuh. Perempuan dan anak mereka diambil jadi tawanan, sedang harta kekayaan mereka dibagi-bagi … !” Demikianlah, sebelum meninggal, hati Sa’ad telah terobat terhadap Bani Quraidha.

Luka yang diderita Sa’ad setiap hari bahkan setiap jam kian bertambah parah …. Pada suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang menjenguknya. Kiranya didapatinya ia dalam saat terakhir dari hayatnya. Maka Rasulullah meraih kepalanya dan menaruhnya di atas pangkuannya, lain berdu’a kepada Allah, katanya:

“Ya Allah, Sa’ad telah berjihad di jalan-mu ia telah membenarkan Rasul-Mu dan telah memenuhi kewajibannya. Maka terimalah ruhnya dengan sebaik-baiknya cara Engkau menerima ruh… !”

Kata-kata yang dipanjatkan Nabi itu rupanya telah memberikan kesejukan dan perasaan tenteram kepada ruh yang hendak pergi. Dengan susah payah dicobanya membuka kedua matanya dengan harapan kiranya wajah Rasulullah adalah yang terakhir dilihatnya selagi hidup ini, katanya: “Salam atasmu, wahai Rasulullah… ! Ketahuilah bahwa aku mengakui bahwa anda adalah Rasulullah!”

Rasulullah pun memandangi wajah Sa’ad lalu katanya: “Kebahaggaan bagimu wahai Abu Amr … !”

Berkata Abu Sa’id al-Khudri: — “Saya adalah salah seorang yang menggali makam untuk Sa’ad · … Dan setiap kami menggali satu lapisan tanah, tercium oleh kami wangi kesturi, hingga sampai ke liang lahat”.

Musibah dengan kematian Sa’ad yang menimpa Kaum Muslimin terasa berat sekali. Tetapi hiburan mereka juga tinggi nilainya, karena mereka dengar Rasul mereka yang mulia bersabda:

“Sungguh, ‘Arasy Tuhan Yang Rahman bergetar dengan berpulangnya Sa’ad bin Mu’adz … !

ALLAHU AKHBAR....ALLAHU AKHBAR...ALLAHU AKHBAR..!!!


Credit : MALAYSIANREVIEW


Newer Posts
Older Posts

H E L L O !


Hello, There!

In a world where you can be anyone, be yourself.Welcome to my Blog.


Followers

Blog Archive

  • ▼  2024 (2)
    • ▼  August (1)
      • comeback seorang 'Iffah'- cikiffah
    • ►  July (1)
  • ►  2021 (14)
    • ►  September (11)
    • ►  August (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2020 (8)
    • ►  December (4)
    • ►  January (4)
  • ►  2019 (19)
    • ►  September (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (2)
    • ►  May (3)
    • ►  March (3)
    • ►  February (4)
    • ►  January (4)
  • ►  2018 (70)
    • ►  December (1)
    • ►  November (12)
    • ►  October (1)
    • ►  September (8)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (12)
    • ►  February (20)
    • ►  January (10)
  • ►  2017 (31)
    • ►  November (1)
    • ►  September (4)
    • ►  August (6)
    • ►  July (12)
    • ►  June (1)
    • ►  May (7)
  • ►  2016 (16)
    • ►  November (1)
    • ►  October (4)
    • ►  August (6)
    • ►  June (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2015 (32)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (26)

Shout it

      

LET’S BE FRIENDS

My Blog List

FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by DAILY WITH ME | Distributed by DAILY WITH ME